Membina Ukhwah: Tips Merosakkan Ukhwah

1.Berbicaralah pada Saudaramu dengan Nada yang Tinggi dan Kasar.

“Dan lunakkanlah suaramu, sesungguhnya suara yang paling jelek adalah suara keledai” (Luqman 31: 19)

2.Jangan Mendengar dan Jangan Menghargai Pendapatnya.

‘Atha’ (ulama Salaf) pernah mengatakan; “Ada orang yang memberitahuku tentang suatu hadith, padahal aku telah mengetahuinya sebelum dia dilahirkan lagi, namun kesopanannya mendorongku untuk tetap mendengarnya hingga selesai.”

3.Selalulah Berbantahan dengannya walaupun Sekecil-kecil Perkara

“Tiada kaum yang menjadi sesat setelah mendapat petunjuk kecuali kerana mereka suka saling berbantah-bantahan. ” (HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

4.Kritiklah dengan Keras Sehingga Perasaannya Terluka.

Dr Abdullah Al Kathir pernah menceritakan; “Semua orang menyukai siapa saja yang memperbetulkan kesalahannya tanpa melukai perasaannya.” Seorang pensyarah sedang mempersiapkan bahan ceramah yang akan disampaikan di dalam sebuah forum. Namun, bahan yang berhasil disusun olehnya terlalu panjang dan ‘detail’ sehingga mungkin akan membosankan para pendengar. Dia pun meminta penilaian isterinya, “Bagaimana pendapatmu mengenai bahan ceramah ini?” Dengan penuh bijak si isteri menjawab: “Bahan ceramah ini lebih layak dan sangat baik jika menjadi artikel untuk sebuah majalah ilmiah yang mengkaji tema-tema spesifik.” Isterinya secara berhikmah, mengkritik bahan itu terlalu panjang…

5.Tegurlah Kesalahannya di Depan Orang Lain (Lagi ramai lagi BAGUS!)

Imam Syafi’i pernah bersyair, Nasihatilah diriku di kala aku sendiri Jangan kau nasihati aku di tengah keramaian Kerana nasihat di hadapan umum Adalah sebahagian dari penghinaan Yang tidak suka aku mendengarnya Jika engkau enggan dan tetap melanggar kata-kataku Maka jangan menyesal jika aku enggan menurutimu

6.Perbanyakkan ‘Negative Thinking’ kepadanya dan Jangan Maafkan Kesalahannya

Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Siapa mencari sahabat tanpa cacat, nescaya sepanjang hidupnya tidak mendapat sahabat.” Hasan bin Wahb berkata: “Di antara hak-hak ukhuwah adalah memaafkan kesalahan sahabat dan terbuka atas segala kekurangannya.”

7.Jika ada Aib atau Rahsia yang Diketahui, Maka Sebarkanlah kepada Orang Ramai

“Jika seseorang diberitahu oleh sahabatnya mengenai suatu hal, lalu ia pergi, maka hal tersebut telah menjadi amanah (rahsia yang mesti dijaga) baginya.” (HR Daud, Tirmidzi dan Ahmad)

8.Mudahlah Untuk Berprangsangka yang Bukan-bukan Tentang Dirinya

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa” (Al Hujurat 49:12) Umar Al Khattab pernah berkata, “Janganlah berprasangka terhadap setiap ucapan yang keluar dari lisan saudaramu kecuali dengan prasangka yang baik, selama kamu masih mendapatkan celah kebaikan dalam ucapannya itu.”

Rujukan dari buku Virus-virus Ukhuwah tulisan Abu ‘Ashim Hisyam bin Abdul Qadir Uqdah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s