Oasis Ramadhan (1)

Marhaban barasal dari kata rahb yang bererti luas atau lapang. Marhaban menggambarkan suasana penerimaan tetamu yang disambut dan diterima dengan lapang dada, dan penuh kegembiraan. Marhaban ya Ramadhan (selamat datang Ramadhan), mengandungi erti bahawa kita menyambut Ramadhan dengan lapang dada, penuh kegembiraan, dan tidak dengan keluhan.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa (SURAH 2: 183)

Rasulullah sendiri sentiasa menyambut setiap kedatangan Ramadhan dengan penuh kegembiraan. Berita gembira itu disampaikan pula kepada para sahabatnya seraya bersabda: “Sesungguhnya  telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. Allah telah memfardhukan ke atas kamu ibadah puasa. Di dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu surga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh Syaitan. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan” (Hadith Riwayat. Ahmad)

Marhaban Ramadhan, kita ucapkan untuk bulan suci itu, kerana kita mengharapkan agar jiwa raga kita diasah dan diasuh dalam melanjutkan perjalanan kita untuk bertemu Allah SWT. Perjalanan menuju Allah SWT itu dinukilkan oleh para ulama salaf sebagai perjalanan yang banyak ujian dan tentangan. Terdapatnya gunung yang harus didaki, iaitu hawa nafsu.

Pada gunung tersebut terdapat lereng yang curam, belukar yang dahsyat, bahkan diibaratkan di dalamnya terdapat banyak perompak yang mengancam, serta iblis yang merayu, agar perjalanan tidak dilanjutkan. Bertambah tinggi gunung didaki, bertambah hebat ancaman dan rayuan, semakin curam dan ganas pula perjalanan.

Tetapi, bila tekad tetap membaja, maka  akan nampaklah sinar cahaya yang benderang, dan saat itu akan nampak dengan jelas keindahan perjalanan, tempat-tempat yang indah untuk berteduh, serta telaga-telaga jernih untuk melepaskan dahaga. Dan apabila perjalanan dilanjutkan akan ditemukan kenderaan Ar-Rahman untuk mengantar hamba yang bermusafir bertemu dengan kekasihnya.

Untuk sampai kepada tujuan tersebut, sudah tentulah memerlukan bekalan yang mencukupi. Bekalan tersebut adalah benih-benih kebajikan yang harus kita tabur didalam jiwa kita. Tekad yang keras dan membaja untuk memerangi nafsu, agar kita mampu menghidupkan malam Ramadhan dengan solat dan tadarrus, serta siangnya dengan ibadah kepada Allah melalui pengabdian untuk agama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s